Posts

Showing posts with the label Elektronika

AC PHASE CONTROL DIMMER LAMP

Image
 Pada rangkaian dimmer ini, tegangan AC 220 volt diubah oleh transformator menjadi tegangan DC 12 volt. Pengubahan tegangan dilakukan melalui penyearah diode. Dan dari rangkaian di atas terlihat bahwa terdapat dua penyearah dida yang digunakan, hal ini ditujukan karena penyearah yang pertama berfungsi untuk supplay tegangan DC 12 volt yang yang juga terdapat filter untuk mengurangi ripple tegangan outputnya, sedangkan penyearah yang kedua yaitu penyearah tanpa filter yang sebagai inputan untuk mendeteksi zero cross detector. Penggunaan 2 potensiometer di atas ditujukan, yang pertama adalah potensio yang terhubung dengan LM339 yang berfungsi sebagai pembanding agar nyala lampu bisa dibandingkan atau bisa juga dikatakan sebagai pengatur nyala lampu. Sedangkan potensio yang kedua adalah yang terhubung dengan IC NE555 yang berfungsi untuk pengaturan delay. Penggunaan MOC3041 digunakan untuk isolasi dari tegangan rendah ke tinggi berdasarkan cahaya. Pada rangkaian dimmer yang kami buat,...

Kontrol pintu garasi Otomatis dengan Ultrasonic Switch

Image
Dalam aplikasi ini digunakan untuk membuka dan menutup pintu garasi secara otomatis dengan menggunakan sensor ultrasonic sebagai pendeteksi.  Penjelasan : Berdasarkan diagram ladder diatas, terlihat bahwa ketika kehadiran sebuah mobil atau kendaraan terdeteksi maka sensor (switch) ultrasonic ini akan aktif (00000 on). Hal ini menyebabkan pintu garasi akan mulai membuka (motor pembuka pintu :01011 on), motor akan tetap bekerja sampai pintu mencapai batas atas (limit switch atas aktif). Pintu garasi akan mulai menutup (motor penutup pintu : 01010) jika seluruh badan mobil telah terdeteksi masuk pada garasi tersebut (fungsi D NOT).

Rangkaian Alat Penghemat listrik

Image
Tahukah anda bagaimana cara kerja nya alat penghemat listrik(pln) yang biasa beredar dipasaran yang berbentuk mirip aki kering dengan colokan ke stopkontak?.Sebenarnya anda bisa membuat sendiri alat tersebut dengan kualitas jauh lebih baik dgn harga jauh lebih murah. Karena cara kerjanya hanyalah mengurangi besaran cosinus dari kurva arus AC yang akan terbaca pada alat pengukur kilometer.alat tersebut bekerja jika ada beban AC melintas melalui sensor berupa kumparan kawat untuk mengukur besarnya arus AC yg sedang melewatinya..teori ekstrimnya adalah: bagaimana caranya agar kita mereduksi sebesar mungkin puncak (peak) dari besaran kurva AC (sinus-cosinus)agar terbaca sedemikian rendah. komponen yg sangat berpengaruh dalam arus AC adalah capasitor dan induktor..maka dari itu kita perlu memfilter arus ac tersebut sebelum memasuki jaringan listrik dirumah kita..entah cara ini diperbolehkan atau dilarang pln..jelas kita tidak melakukan tindakan pencurian listrik..dan alat ini t...

Rangkaian Detektor Konsleting (Short Circuit Detector)

Image
Gambar Rangkaian Detektor Konsleting (Short Circuit Detector) Rangkaian detektor konsleting atau hubung singkat (short circuit detector) ini dapat digunakan untuk melacak jalur yang mengalami konsleting (short circuit) pada rangkaian DC. Pada dasarnya rangkaian ini mendeteksi resistansi dalam orde miliohm dari jalur kelistrikan yang di cek. Rangkaian detektor konsleting (short circuit detector) ini dibuat menggunakan 2 buah penguat operasional (Op-Amp) IC 741 atau sejenisnya, dan dikonfigurasikan agar memberikan sinyal buzer pada saat terdeteksi adanya jaringan yang short. Rangkaian detektor konsleting ini dibuat dengan sedikit komponen dan menggunakan komponen yang mudah diperoleh dipasaran. Untuk membuat ragkaian detektor konsleting (short circuit detector) ini dapat melihat rangkaian detektor konsleting secara lengkap dapat dilihat pada gambar.

Control PID Agar Robot Line Follower Berjalan Mulus

Image
Sering kali kita kebingungan saat robot kita tidak bisa melaju dengan mulus...... Ketika belok malah keterusan......gak balik-balik..... di sini saya akan mengulas sedikit tentang PID agar robot dapat berjalan dengan mulus 1. Kontrol Proportional Kontrol P jika G(s) = kp, dengan k adalah konstanta. Jika u = G(s) • e maka u = Kp • e dengan Kp adalah Konstanta Proporsional. Kp berlaku sebagai Gain (penguat) saja tanpa memberikan efek dinamik kepada kinerja kontroler. Penggunaan kontrol P memiliki berbagai keterbatasan karena sifat kontrol yang tidak dinamik ini.  Walaupun demikian dalam aplikasi-aplikasi dasar yang sederhana kontrol P ini cukup mampu untuk memperbaiki respon transien khususnya rise time dan setting time. Pada line follower KP digunakan untuk merespon terjadinya eror untuk kembali pada kondisi normal.  Semakin besar KP semakin baik akan tetapi jika terlalu besar robot akan getar karena setiap sedikit saja terjadi eror maka robot akan dengan cepat memeperbaikinya....